Kamis, 25 Desember 2014

Sepasang sepatu?

Kata tulus, pacaran itu kayak sepasang sepatu. Kita juga kayak sepasang sepatu loh. hahaha..
Di kamus, sepasang itu artinya 2 benda yang serupa, sepadan. Kamu sama aku itu kayak sepasang sepatu. Cuma bedanya kamu sepatu warna pink dan aku sepatu warna biru. Dan mirisnya pacarmu itu sepatu warna pink. Yes. Aku sepatu warna biru.. pasanganku mana? aku udah cari dimana-mana, di pantai, di mall, di tempat sampah, aku masih belum nemu pasangan sepatu warna biru. Yang aku temuin cuma sepatu boots bekas tukang ojek yang gagal masuk komunitas motor. Mending nemunya sepasang sepatu, masih bisa dijual lagi. Lah ini nemunya cuma 1, mau dipake malah jadi lebih aneh. Satu boots bekas, satu sepatu warna biru. Malah jatuhnya kayak caleg kalah pemilu. GILA.

Tapi ga masalah bagiku, sang sepatu warna biru. Aku cuma bisa nunggu, nunggu semoga suatu saat ada tren yang pake sepatu beda warna. Karena kalo beda ukuran ga mungkin, apalagi beda model, apalagi kalo beda semuanya, yang kiri sepatu yang kanan sendal jepit. Dan akhirnya tren yang aku tunggu-tunggu muncul juga. Sepasang sepatu yang beda warna. Yes. Aku sih berharap kayak gitu, aku berharap kita bisa jadi sepasang sepatu itu. Walaupun beda tapi bisa dipasangin. Emang sih, sepatu itu keliatan aneh, yang pake cuma sebagian orang dan di tempat tertentu aja. Ga bisa dipake di semua tempat. Soalnya aneh. Aku ga berharap berubah jadi sepatu warna pink yang bisa nemenin kamu sebagai pasangan yang bener-bener "real". Aku lebih suka kita jadi sepasang manusia belum dewasa yang bisa saling support dan saling melengkapi fungsi kita sebagai sebuah sepatu. Melindungi pemakai kita dari benda yang bisa melukai kaki pemakainya. kita bakalan terus beda, aku tetep biru, kamu tetep pink. Tapi aku suka itu, aku ga mau memaksa berubah jadi warna pink. Jadi diri sendiri itu lebih asik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar