Minggu, 04 Januari 2015

Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh

Ksatria jatuh cinta pada Putri bungsu dari kerajaan bidadari.
Sampai suatu saat sang Putri kembali ke kerajaannya.
Ksatria kebingungan, sedih, tapi tak putus asa.
Memang ia sangat ahli bermain pedang, ahli naik kuda, tapi ia tak tahu cara untuk terbang.
Sampai suatu saat, ia putuskan untuk keluar dari istananya.
Ia berguru pada sang kupu-kupu, tapi kupu-kupu hanya mampu membawanya sampai ke puncak pohon.
Lalu ia berguru pada burung gereja, yang hanya mampu membawanya ke puncak menara.
Masih belum cukup, ia lanjutkan perjalanan dan bertemu dengan elang, yang mampu membawanya ke puncak gunung yang tinggi.
Dan itu juga belum cukup.
Ia memohon pada angin untuk membawanya terbang lebih tinggi.
Angin mampu membawanya ke batas antara awan dan langit.
Sang Putri naik jauh ke langit. Dan angin tak mampu membawanya melesat menembus langit tempat sang Putri.

Ksatria sedih, ia putus asa. Semua sudah berakhir.
Sampai suatu saat muncullah sebuah Bintang Jatuh yang berhenti mendengar kedukaannya.
Bintang jatuh menawarkan untuk membawa Ksatria ke Putrinya.
Dengan konsekuensi, ia harus berhenti tepat pada sang Putri, jika tidak maka ia akan hancur.
Menjadi serbuk galaksi yang telah dilumat oleh atmosfer.
Sang Ksatria pun menyanggupi, semua kepercayaan dan keberanian terkumpul menjadi sebuah nyawa.
Bintang jatuh berbisik, "tutuplah matamu, Ksatria. Katakan berhenti saat hatimu menyadari keberadaan Putrimu itu."
Inilah perjalanan cinta sejati.
Mereka berdua melesat ke langit.
Dingin yang terasa seperti merobek hati Ksatria mungil, tapi hangat jiwanya diterangi rasa cinta.
Dan ia merasakannya, "Berhenti!"

Bintang jatuh melongok kebawah dan melihat seorang Putri cantiki yang kesepian.
Ia bersinar seperti gugus orion di tengah kelamnya galaksi.
Ia pun jatuh hati, dilepaskannya genggaman Ksatria itu. Nyawa yang terbentuk dari cinta dan kepercayaan itu.
Ksatria melesat jatuh ke dalam kehancuran.
Sementara Bintang Jatuh mendarat untuk mendapatkan sang Putri.
Ksatria yang malang, sebagai balasannya, di Kutub dilukiskan aurora yang indah untuk mengenang ketulusan sang Ksatria.

~ That's love. Pada kenyataannya cinta ga selalu berakhir bahagia. Mungkin cerita ini terkesan ga masuk akal. Iya, cinta emang irasional. Kadang cinta sejati muncul bukan saat kita berhasil memiliki seseorang, tapi cinta sejati itu muncul saat kita merelakannya untuk bahagia, bersama orang lain. Karena cinta itu ga melulu tentang kebahagiaan kita, tapi juga kebahagiaan orang yang kita cintai. Walaupun ga semua orang bisa melakukan itu. Cuma seorang Ksatria yang bisa :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar