Rabu, 11 Maret 2015

Tepukan tangan terindah

aaawwwwhhhhhh....!!!! (teriak dengan suara cewek yang melengking)
Oke, ketemu lagi sama abang disini, haha. Udah lama ya ini blog ga dibuka, sampek banyak sarangnya peter parker.

Kata orang teriak-teriak itu bisa membuat kita lega, hati juga jadi plong, masa sih?
Setelah aku tanya ke beberapa orang, katanya sih bener. Tapi 1 hal yang pasti, masalah ga akan selesai cuma dengan teriak-teriak. Kecuali 1 masalah, "laper". Kalo masalahnya ini, bisa selesai dengan teriak-teriak ke tukang dagang yang lewat depan rumah.

Dulu, aku pernah kecil. (kalimat apa ini?!! nenek main hoki es juga tau). Tapi bener, dulu aku pernah kecil, dan aku pernah sekali ngeliat temen teriak-teriak di tengah sawah yang luas. Iya bener, aku dulu sering main ke sawah, bikin gubug di tengah-tengah sawah, cuma buat tiduran sambil ngeliatin langit. Kebiasaan yang kontras banget sama anak kecil sekarang, yang kerjaannya cuma main gadget di kamar, main game, download porno, sama ngirim broadcast ke contact BBM. Walaupun tiduran di tengah sawah sama main gadget tanpa tujuan itu dua hal yang sama-sama ga penting, tapi trust me, rasanya beda men.
Balik lagi ke teriak-teriak, waktu itu temenku teriak "aaarrrggghhhh...!!!" sambil mengepalkan tangan, bersiap mau memukul tembok, biar kayak di film-film. Dia coba noleh kanan kiri, ga ada tembok (ya iyalah ini kan tengah sawah), akhirnya pukulannya jatuh ke temennya sendiri (baca : aku) sial. Aku baru merasa saat itu aku jadi orang yang salah di waktu yang salah.
Terus aku coba tanya kenapa, dia jawab "ini yang biasa dilakuin kalo kita lagi ada masalah, dengan kayak gini hati kita jadi ngerasa lega". Aku tanya lagi "emang masalahnya apaan?". Dia jawab, "orang yang aku suka ternyata suka orang lain." hening

Terus setelah kita berdua terdiam beberapa saat, aku tanya dia. "terus gimana sekarang?" Dia jawab, "ga tau, aku suka sama dia, aku maunya dia sama aku. Soalnya orang yang dia suka itu ga suka sama dia. Kenapa dia ga pilih aku yang jelas-jelas sayang sama dia?" hening lagi

Aku ga bisa jawab. Jujur, dalam hati, aku nganggep temenku ini bodoh banget. Dia berharap sama orang yang tidak bisa diharapkan. Sama kayak kita nunggu musim salju di Krian. Mustahil kejadian. Selain itu, setelah tau kalo si cewek itu ga suka sama dia, kenapa ga cari cewek lain aja. Sesimple itu saat itu di pikiranku.

Setelah bertahun-tahun, aku kayaknya berubah pikiran. Ternyata setelah terjebak sama yang namanya perasaan suka, ga gampang buat melepaskan diri. Walaupun kita udah bener-bener tau kalo cinta dia ke orang lain juga ga terbalas. Bodoh. emang cinta sering bikin kita bodoh. Sialnya, aku juga bodoh sekarang.

Buat kamu yang disana, semoga kamu baca ini ya.
Ini aku, yang dateng buat nyariin kamu. Jujur, aku ga berani buat nyatain perasaan ini, aku cemen. Cuma ini caraku mengagumimu, lewat tulisan. Aku cuma mau bilang ini, "perasaanku ke kamu mungkin bertepuk sebelah tangan, dan perasaanmu ke dia juga bertepuk sebelah tangan. Bukannya perasaan kita sama-sama bertepuk sebelah tangan? Hey, coba balik badan, coba sambut tanganku. Ayo kita bikin tepukan tangan terindah bareng-bareng" :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar