"Kamu mau punya pacar yang kayak gimana sih?"
"Aku pengen punya pacar yang tinggi, ganteng, putih, kekar, baik hati, rajin menabung, jago naik kuda, suka nolongin nenek-nenek nyebrang jalan, pokoknya yang kayak pangeran lah."
Jawaban kayak gitu pasti keluar dari mulut seorang anak kecil yang hobinya nonton film disney, yang biasanya ada di RCTI pagi-pagi waktu liburan. Saat itulah semua marga barbie muncul dan berlakon di film. haha
Tapi cobalah berikan pertanyaan yang sama pada orang yang udah dewasa, yang usianya udah digempur oleh kerasnya hidup. Yang matanya udah dibukakan pada realitas kehidupan. Persyaratan yang sulit-sulit pasti udah tidak keluar lagi. Paling-paling jawabannya sederhana, "yang penting baik ajalah."
Semakin rumit hidup, semakin sederhana keinginan. Sedangkan keinginan kita akan macem-macem kalo hidup kita masih gampang dan belum banyak masalah. Kita akan memaksakan hal yang rumit biar jadi realitas. Ingat ga sih waktu kita kecil dulu? saat hidup masih sederhana, kita pengen banget memaksakan hal yang rumit jadi realitas. contohnya : minta hujan coklat, berharap uang jatuh dari langit kalo ada pesawat lewat, berjalan di atas air, bisa baca pikiran orang lain, dan banyak lainnya yang muncul di imajinasi.
Kenyataan pelan-pelan menyadarkan kita, membawa kita ke sebuah benang kusut, dan memaksa kita buat mengurai benang kusut itu. Waktu kita udah mulai sekolah, kita dituntut buat ngerjain tugas sekolah, jadi anak yang manis di sekolah, dll. Waktu kita kerja, kita dituntut buat beresin semua kerjaan, dikejar deadline, godaan korupsi bahkan. hehe..
Di urusan pasangan hidup juga, tapi aku sih belum saatnya bahas itu. Tanya yang udah punya pasangan hidup ajalah.
Saat kita udah dihadapkan sama banyak realitas hidup yang rumit, keinginan kita mungkin sesederhana ini, "besok pas weekend, aku mau tidur seharian."
Aku masih inget dulu, waktu masih alay, aku berharap pacarku seorang cewek cantik, manis, putih, tinggi, seiman, baik hati, dan fans manchester united juga.
Tapi sekarang kriteria itu udah menguap. Kenyataannya pacar-pacarku yang dulu ga sesempurna kriteria yang aku inginkan. Bahkan semua mantanku ga tau manchester united itu apa. Malah dikira komunitas motor tua. Jadi kalo sekarang aku ditanya dengan pertanyaan yang diatas, mungkin jawabanku akan seperti ini, "yang penting bisa ngerti dan juga pemaaf"
Karena pengertian sebenarnya tentang pasangan hidup adalah, dua orang yang bisa selalu saling memaafkan. Bukankah manusia pasti akan selalu punya salah?
"Aku pengen punya pacar yang tinggi, ganteng, putih, kekar, baik hati, rajin menabung, jago naik kuda, suka nolongin nenek-nenek nyebrang jalan, pokoknya yang kayak pangeran lah."
Jawaban kayak gitu pasti keluar dari mulut seorang anak kecil yang hobinya nonton film disney, yang biasanya ada di RCTI pagi-pagi waktu liburan. Saat itulah semua marga barbie muncul dan berlakon di film. haha
Tapi cobalah berikan pertanyaan yang sama pada orang yang udah dewasa, yang usianya udah digempur oleh kerasnya hidup. Yang matanya udah dibukakan pada realitas kehidupan. Persyaratan yang sulit-sulit pasti udah tidak keluar lagi. Paling-paling jawabannya sederhana, "yang penting baik ajalah."
Semakin rumit hidup, semakin sederhana keinginan. Sedangkan keinginan kita akan macem-macem kalo hidup kita masih gampang dan belum banyak masalah. Kita akan memaksakan hal yang rumit biar jadi realitas. Ingat ga sih waktu kita kecil dulu? saat hidup masih sederhana, kita pengen banget memaksakan hal yang rumit jadi realitas. contohnya : minta hujan coklat, berharap uang jatuh dari langit kalo ada pesawat lewat, berjalan di atas air, bisa baca pikiran orang lain, dan banyak lainnya yang muncul di imajinasi.
Kenyataan pelan-pelan menyadarkan kita, membawa kita ke sebuah benang kusut, dan memaksa kita buat mengurai benang kusut itu. Waktu kita udah mulai sekolah, kita dituntut buat ngerjain tugas sekolah, jadi anak yang manis di sekolah, dll. Waktu kita kerja, kita dituntut buat beresin semua kerjaan, dikejar deadline, godaan korupsi bahkan. hehe..
Di urusan pasangan hidup juga, tapi aku sih belum saatnya bahas itu. Tanya yang udah punya pasangan hidup ajalah.
Saat kita udah dihadapkan sama banyak realitas hidup yang rumit, keinginan kita mungkin sesederhana ini, "besok pas weekend, aku mau tidur seharian."
Aku masih inget dulu, waktu masih alay, aku berharap pacarku seorang cewek cantik, manis, putih, tinggi, seiman, baik hati, dan fans manchester united juga.
Tapi sekarang kriteria itu udah menguap. Kenyataannya pacar-pacarku yang dulu ga sesempurna kriteria yang aku inginkan. Bahkan semua mantanku ga tau manchester united itu apa. Malah dikira komunitas motor tua. Jadi kalo sekarang aku ditanya dengan pertanyaan yang diatas, mungkin jawabanku akan seperti ini, "yang penting bisa ngerti dan juga pemaaf"
Karena pengertian sebenarnya tentang pasangan hidup adalah, dua orang yang bisa selalu saling memaafkan. Bukankah manusia pasti akan selalu punya salah?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar