Aku yakin, kalian2 pasti lebih mengingat seseorang yang pernah kalian sayangi, tapi akhirnya menyakiti. Daripada pasangan yang pernah sama2 saling mencintai sampe pada bosen sendiri.
Coba liat, akhir2 ini lagu bertema galau dan patah hati lebih meledak daripada lagu yang temanya cinta2an. Apalagi cinta sama sesama jenis. Lagu yang kayak gitu pasti ujung2nya dicekal sama FPI.
Lagu yang membahas cinta yang terkhianati, cinta yang ga tersampaikan, ataupun cinta yang ga bisa memiliki rasanya punya kekuatan lebih buat nonjok hati pendengar musik. Terutama yang jomblo. Jomblo yang ngarep sama seseorang*.
*(Baca : pacar orang)
Faktanya, seseorang akan lebih ekspresif saat mereka sedang patah hati. Orang itu juga akan jadi lebih sensitif saat mereka terluka hati.
Orang itu akan lebih mengingat orang yang menyakitinya daripada orang yang pernah membahagiakannya.
Entah kalian setuju atau engga, kalau cinta itu hanya terasa saat kita belum memiliki orang yang kita cintai.
Seperti halnya seorang gebetan. Dari pengalamanku, kita akan lebih mau berkorban sama gebetan daripada sama pacar. Saat kita mulai suka sama seseorang, kita akan dengan senang hati anter jemput dia, traktir dia makan, anter dia buang air, dll pokoknya.
Beda kalo sama pacar. Saat awal2 pacaran mungkin kita bisa seperti itu. Kita merasakan cinta adalah sesuatu yang menyenangkan, yang selalu memberi kita semangat dan gairah. Tetep semangat kerja walaupun di tanggal 25 gaji udah tinggal 10ribu rupiah. Dan cuma cukup buat beli obat maag.
Sedangkan saat status "pacar" itu sudah mulai bertambah lama, umurnya bertambah dewasa, tapi pola pikir pasangan itu tidak mengikuti "kedewasaan" usia hubungan mereka, apa yang muncul cuma ada 1. KEBOSANAN.
Aku pernah suka sama seseorang, yang senyumnya bikin nenek2 pingsan seketika kalo liat.
jatuh cinta itu cukup manis, awalnya.
Aku dengan senang hati tiap hari meluangkan waktu buat sekedar buka hape dan chatting sama dia tiap malem. Aku buka hape, terus orang pertama yang aku cari di daftar kontak BBM pasti nama dia.
Walaupun seharian itu di kantor aku banyak masalah, aku bisa senyum kecil tiap liat dia bales BBMku. Rasanya aneh, dan bodoh, seorang cowok senyum2 sendiri di kamarnya sambil ngeliat chatting dari cewek yang ditaksirnya. Oh aku lupa, emang cinta kan kayak gitu, sering bisa bikin kita jadi orang aneh dan bodoh.
Sampai pada suatu malem, aku ngajak dia pergi ke acara gereja. Dan kebetulan dia lagi ngga sibuk. Dia mau ikut, dengan syarat aku mau jemput.
Ga pake basa basi, aku langsung ambil jaket terus cabut.
Sekitar 50meter dari rumah, mama teriak2 manggil "Indra!!"
Aku nengok kebelakang, terus mama bilang dengan santai, kunci motormu ketinggalan. Lah terus kok bisa jalan 50meter? -.-
Balik ke topik, aku jemput dia dengan penuh semangat. Sambil nyetir aku nyanyi2 kecil, jentik2in jari, bikin kopi, cuci cuci, dll. Maklum namanya juga orang bahagia. Bebas
Aku anter jemput dia hari itu. Dan aku pulang, bawa perasaan, iya. Aku suka sama dia.
Sampai akhir2 ini, aku ga pernah lagi chatting sama dia. Gara2 aku liat statusnya kalo dia lagi jatuh cinta. Awalnya mungkin aku berdoa sambil bertanya, apa orang itu aku? dan aku akhirnya tau, ternyata bukan.
Saat itu aku berasa jadi cowok paling melankolis. Playlist laguku penuh sama lagu kerispatih sama lagu sam smith. Tapi tetep terselip lagu dari band favoritku, Kangen band, yang sekarang namanya berubah jadi Kangen lagi.
Mau cinta ini diterima atau engga, begitulah pilihan yang disodorkan oleh cinta. Selalu mencintai orang yang ga bisa kita miliki, atau memiliki orang yang ga kita cintai. Tapi yang jelas, cinta bisa kasih kita semangat dan gairah. Cinta yang bisa menggerakkan hatimu buat melakukan hal2 yang awalnya kerasa berat.
The main point is...
Don’t get in a relationship with the one you don’t love. Sacrifying is hard, if it’s not for the one you love. But it’ll be easy if you do it for the one you really love. Hubungan, baik itu pacaran maupun pernikahan, bukanlah keputusan yang bisa diambil dalam keputusasaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar